Bendera Merah Putih Jatuh Saat Pengibaran, Ini Klarifikasi PPI Pangandaran

Harapanrakyat.com,- Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Pangandaran Rizal Qudrotulloh A. S.KM., melakukan klarifikasi terkait insiden jatuhnya Bendera Merah Putih saat HUT RI Ke-71 di Lapangan Parigi Kabupaten Pangandaran Rabu (17/8/2016) lalu.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi bukan saat pengerakan bendera, akan tetapi bendera telah sampai ujung tiang dan proses pengibaran hampir usai. Sedangkan posisi tim pengibar saat jatuh tengah melakukan ikatan terakhir yang didahului tindakan pengamanan.

Soal benda yang putus, Rizal menegaskan bukan tali ataupun tambang yang putus, melainkan pengait besi yang ada di bendera. Dia sebelumnya telah melakukan pengujian secara bertahap bersama tim Paskibraka Pangandaran. Selain itu, tambang dan pengait dalam kondisi baru.

“Untuk soal kualitas bendera merah putih kami tidak ingin berpolemik terlalu jauh terkait umur dan kualitas bendera. Sebab, walaupun umur bendera tua ketika dirawat baik itu masih bisa digunakan,” tegasnya dalam siaran pers melalui Whatsapps Messengger, Minggu (21/8/2016).

Sebagai pasukan pengibar bendera, Rizal menjelaskan tim pengibarnya hanya sebagai pengguna merah putih yang telah disediakan.

“Secara keorganisasian, apapun akhirnya dari insiden ini walaupun bukan kesalahan Paskibraka, akan tetapi karena kejadian tersebut masih dalam proses pengibaran, kami siap bertanggungjawab dan siap menjelaskan secara detail dalam forum yang resmi,” tutupnya. (Madlani/R6/HR-Online)

One comment

  1. Dodi Ahmad

    Asalamualaikum Wr.Wb….. Sesungguhnya kejadian macam begini adalah sstu yg sangat menyayat hati, olehnya patut dan turut merasakan betapa sakitnya. Saya Dodi Ahmad, SH. Purna Paskibraka Indonesia Tahun 2004 Kabupaten Halmahera Barat Prov. Maluku Utara. Kami bisa merasakan bagaimana dan apa yg dirasakan adik adik Paskibraka saat kejadian itu bahkan mungkin hingga saat ini. Tentu saling menyalahkan adalah sstu yg tak pantas, namun ini mwrupakan pelajaran, dlm peristiwa macam itu, pengalaman kami saat mengibarkan bendera saat itu, kebutulan Kami adalah diantara 3 org yg mengibarkan dan jg mwrupakan Pak Lurah di dlm Keluarga Capas, di saat pagi pukul 06.00 wit, pd tgl 17 agustus 2004, guna menghindari kemungkinan ada yg sengaja atau kemungkinan hal hal swmacam itu, kami diutus oleh pelatih bersama dgn salah 1 purna merapat ke tmpat upcra utk memeriksa dan memastikan semuanya dlm kondisi siap yg mana kami lakukan adalah, memeriksa kondisi sekitar tiang bendera, tali bendera, pengait bendera, bendera yg digunakan, lipatan bendera dan posisi bendara dlm peti yg nantinya diserhkan oleh inspektur upcra, bahkan tgl 16 mlm, bendera merah putih Kami bertiga tidur dengan meletakkannya dikepala hingga besoknya kami diambil oleh pelatih dan diserahkan ke panitia tentu dgn kordinasi yg baik. Dan tindakan itu dilakukan sejak beberapa hari menjelang tgl 17 dan terakhirnya dilakukan pd wktu sbgaimana kami urai diatas, dgn bgtu Alhamdulillah hingga 17 Agustus Tahun ini berjalan lancar dan sudah pasti Kami budayakan hal itu utk dilakukan setiap tahun dan Kami sakralkan momen itu dgn tujuan agar hal2 itu tdk bisa dianggap main2. Demikian smoga bermanfaat. Salam PPI.

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: