Purna Paskibraka Maros Pertanyakan Legalitas IKPPI

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS – Anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Maros, Andi Muh Ilhamsyah mempertanyakan legalitas Ketua Ikatan Keluarga Purna Paskibraka Indonesia (IKPPI) Maros, Andi Baso Amir yang menyoroti dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum alumni paskibraka 2009 kepada anggota Paskibraka 2016, Minggu (21/8/2016).

Menurutnya IKPPI tersebut tidak jelas dan tidak memiliki AD/ART. Wadah alumni paskib hanya PPI saja.

“Saya juga mempertanyakan dia berstatmen mengatasnamakan paskib, padahal dua tidak pernah terlibat dalam struktur kepanitiaan paskib 2016,” kata Ilhamsyah.

Saat diduga terjadi pelecehan, Andi Baso tidak berada dilokasi. Dia curiga ada oknum atau kelompok tertentu yang ingin merusak keberhasilan kepaskibrakaan 2016.

“Saya minta untuk semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi atas isu- isu itu. Dispori Maros sudah berkordinasi dengan panitia dan setiap tahun selalu ada peningkatan,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Ikatan Keluarga Purna Paskibraka Indonesia (IKPPI) Maros, Andi Baso Amir menyesalkan terjadinya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum alumni paskibraka 2009 kepada anggota Paskibraka 2016.

Saat menemui tribunmaros.com, Andi Baso mengatakan, Jumat (19/8/20216) insiden memalukan tersebut terjadi setelah malam ramah tamah dan penutupan pemusatan pelatihan Paskibraka Maros 2016 digelar di gedung serbaguna Maros beberap hari lalu. Menurutnya, hal serupa juga pernah terjadi pada tahun 2013 lalu.

“Dispori Maros, seharusnya bertanggung jawab atas kasus yang memalukan dan menciderai ini. Bukan kali ini saja terjadi, 2013 lalu insiden sama juga terjadi,” katanya.

Menurutnya, setelah pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum, Abdul Rajab dan Andi Ihsan alias Pissong yang hanya sebagai tamu dan bukan anggota alumni paskibraka, kedua babak belur.

Pelaku dihajar oleh anggota korban dan penanggungjawab asrama ATKP, karena tidak menerima tindakan oknum alumni tersebut.

“Kedua orang ini sudah berusaha memaksa korban di dalam toilet asrama bekas kampus ATKP. Korban juga takut melapor ke Polisi karena diancam dikeluarkan dari organisasi,” katanya.

Dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi Kamis (18/8/2016) sekitar pukul 03.00 wita di Asrama pemusatan pelatihan Paskibraka Maros di Kompleks ATKP Maros.

Advertisements

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: