Pasukan Paskibraka Kayong Utara Banjir Pujian

foto-bersama_20160819_175546TRIBUNNEWS, — Pembina upacara dari pemerintah pusat yang diwakili Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia, melalui Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Dr Ir Safri Burhanuddin puji putra putri daerah Kepulauan Karimata, yang di percaya mengibarkan bendera sang saka merah putih saat upacara HUT Ke-71 RI di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Padahal, bila melihat dari sarana dan prasarana yang terbatas di Kepulauan Karimata tentunya tidak mudah mencari pasukan paskibraka yang mempunyai kualitas dan seleksi yang ketat. Namun putra putri daerah dari Kepulauan Karimata mampu menunjukan bahwa mereka memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan daerah maju lainnya.

“Kalau kita melihat Paskibra yang ada mereka sangat profesional, dari gerakannya kita bisa lihat, tidak kalah dengan Paskibraka yang ada di Istana negera. Ini artinya mereka melakukan dengan penuh cinta, fasion, penuh dedikasi, kelihatan semua dari gerakan mereka,” terangDeputi Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Dr Ir Safri Burhanuddin, saat usai menjadi pembina upacara di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Rabu (17/8/2016).

Sangat disadari olehnya, saat ini banyak daerah Kepulauan yang belum tersentuh oleh pemerintah pusat, sehingga dengan dilaksanakannya upacara pengibaran bendera di daerah Kepulauan ini dapat menujukan kepada masyarakat di daerah Kepulauan bahwa pemerintah pusat selalu ada ditengah masyarakat, tanpa terkecuali di daerah Kepulauan.

Dirinyapun memuji antusias masyarakat yang berada di daerah Kepulauan yang sangat antusias mengikuti upacara bendera ini, padahal diketahui di beberapa Desa yang tersebar di Kecamatan Kepulauan Karimata penduduknya tidak terlalu banyak, namun masyarakat rela datang berbondong-bondong untuk memeriahkan Hut RI ke 71 ini.

“Ini sangat menarik, upacara di Kepulauan terluar ini menimbulkan antusias masyarakat yang selama ini jarang dikunjungi dari pejabat pusat. Ini kita menunjukan bahwa negara hadir di Pulau ini. Kita bisa lihat jumlah peserta bisa melebihi 500 orang, padahal dengan penduduk yang relatif terbatas namun mereka mau untuk datang semua untuk ikut meramaikan, ikut memeriahkan, ikut merayakan dirgahayu ke 71 tahun Indonesia,” jelas Dr Ir Safri Burhanuddin.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Dr Ir Safri Burhanuddin berharap, dengan hadirnya dirinya yang mewakili pemerintah pusat di tengah-tengah masyarakat Kepulauan ini dapat menyadarkan seluruh masyarakat yang ada di Kepulauan seluruh Indonesia, khususnya masyarakat Kepulauan Karimata, bahwa masyarakat yang berada di Kepulauan terluar tetap bagian dari NKRI, satu kesatuan dari NKRI, yang tidak dapat terpisahkan.

“Sehingga kita bisa sadarkan mereka bahwa mereka adalah bagian dari NKRI, dan mereka sadar bahwa mereka tidak terlepas dari bagian NKRI. Ini yang sangat penting, kehadirian kita semua disini untuk memperkuat kembali eksistensi negara ini,” lanjutnya.

Selain mengibarkan bendera di daerah daratan, pengibaran juga di lakukan dibawah laut sekitar perairan Kepulauan Karimata. Puluhan penyelam yang tergabung dari Possi Kalbar, Ditpolair Polda Kalbar, Dewan Kelautan Indonesia, dan lain sebagainya, ikut juga meramaikan pengibaran bendera bawah laut ini.

Memasuki musim selatan saat ini memang para penyelam harus lebih berhati-hati dengan gelombang laut yang dan arus perairan. Sehingga pihak penyelam pengibaran bendera harus memilih spot menyelam yang aman.

“Visability memang imbas dari musim selatan, namun demikian di titik pengibaran kami set ditempat yang aman. Lokasi di Desa Betok dan Tanjung Uru, Desa Padang. ”jelas Seketaris Umum Pengprov Possi Kalbar Iwan.

Iwan menilai perairan Karimata memiliki biota laut yang sangat kaya, sehingga potensi yang dimiliki Kepulaun Karimata memang menjadi daya tarik tersendir bagi pencinta selam, maupun snokling, namun sayangnya saat ini Kepulauan Karimata masuk dalam kawasan cagar alam.

“Kalau untuk pengembangan wisata bahari, diving sangat memungkinkan karena banyak dive site yang indah, namun demikian untuk dijadikan tempat wisata bawah air terkendala mengingat gugusan Kepulauan Karimata merupakan kawasan cagar alam,” terang Iwan.

Advertisements

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: