Nasionalisme Gloria Berbuah Manis

NAMA Gloria Natapradja Hamel membahana di lantai II Wisma Negara, Kompleks Istana, Jakarta, kemarin. Teman-temannya di Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016 mengelu-elukan namanya.

Mereka juga menyalami dan merangkul pelajar kelas XI SMA Dian Didaktika Cinere itu.

Sesekali Gloria menyeka air matanya. Momen itu terjadi seusai ia bertemu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah upacara penaikan bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Gloria sempat berjibaku dengan status kewarganegaraannya. Gloria dinilai bukan WNI. Orangtuanya, Didier Andre Aguste Hamel (WN Prancis) dan Ira Hartini, tidak pernah mendaftarkannya untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia sesuai Pasal 41 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI. Akibatnya, ia gagal dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka oleh Presiden Jokowi, Senin (15/8).

Gloria sedih, perjuangan panjangnya untuk menjadi anggota Paskibraka seperti tiada arti di saat-saat terakhir. Namun, ia tak putus asa. Kecintaannya pada Indonesia tak luntur jua. Semua itu berbuah manis ketika Presiden memanggilnya.

Pertemuannya dengan Kepala Negara sungguh mengesankan Gloria. “Tadi beliau bilang, ‘Ini dia nih yang terkenal di TV’, sambil tertawa,” ujarnya.

Presiden, kata Gloria, berpesan agar ia tak patah arang meski sempat dilarang menjadi anggota Paskibraka. Tak hanya berbincang dengan Presiden, Gloria bahkan diizinkan bergabung dengan Tim Bima yang bertugas dalam upacara penurunan bendera kemarin sore.

Gloria mengisi posisi sebagai penjaga gordon. “Tugas gordon bukan lebih kecil dibandingkan yang lain. Semuanya penting, 17 dan 8 itu posisinya sama. Tanpa 17, 8 bukan apa-apa. Tanpa gordon, mereka juga bukan apaapa,’’ ucapnya.

Dia berterima kasih tetap diberi kesempatan. Baginya, peringatan HUT ke-71 kemerdekaan ini ialah kenangan terindah. “Pak JK yang bilang saya ikut penurunan bendera.

Senang, ini bakal teringet seumur hidup. Enggak percaya banget karena sudah ikhlas aku enggak tugas enggak apa-apa, tetapi ternyata aku bisa ikut lagi,” tuturnya berbinar.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan nasionalisme dan keinginan kuat Gloria menjadi anggota Paskibraka. Sebelum ini, Gloria menulis surat kepada Jokowi yang menyatakan ia memilih sebagai WNI meski berayah WN Prancis.

“Melihat nasionalisme Gloria, keinginannya, kecintaannya, dan juga kalau lihat bagaimana akhirnya kemudian dia tetap berharap karena ini masih anak yang tumbuh dan negara juga memberikan ruang untuk itu,” jelas Pramono. (Pol/X-9)

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: