Anak Tukang Kantin Sekolah Terpilih Jadi Anggota Paskibraka

Pada 17 Agustus mendatang, Indonesia akan memeringati HUT ke-71. Sebagaimana setiap tahunnya, pada peringatan HUT RI selalu ada pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di istana negara akan menjadi pusat perhatian peringatan di detik-detik proklamasi tersebut. Para personel Paskibraka ini berasal dari pelajar seluruh Indonesia.

JAWA POS, — Dari Sumatera Selatan ada dua orang anggota Paskibra yang baru terpilih. Namanya Tri Wahyudi Hermabrata dan Jenifer Gresyana Soputan. Kini keduanya sedang menjalani karantina dan pelatihan untuk mengibarkan bendera pusaka di Cibubur.

Tri Wahyudi Hermabrata atau Wahyu merupakan warga kawasan Talang Sako, Kelurahan Sukajadi, Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Selama menjalani karantina itu, orang tua Wahyu kerap mengontrol kondisi anaknya yang sedang menjalani proses penggemblengan tersebut.

“Hampir seminggu, paling lama dibanding sebelum-sebelumnya,” ujar Romsani (54), ayah Wahyu yang didampingi Martima (50), istrinya.

Saat ditemui di kediamannya, kawasan Talang Sako, Kelurahan Sukajadi, Prabumulih Timur, Kota Prabumulih pasutri ini masih terlihat sibuk dengan aktivitas sehari.

Ayah Wahyu merupakan peternak sapi dan sang istri adalah ibu rumah tangga yang  menyambi berjualan di kantin sekolah.

Diceritakan Romsani, selama ini anaknya adalah sosok pendiam. Jika berbicara dia hanya ala kadarnya. “Kalau pun berkumpul dengan teman-temannya, lokasinya di rumah ini,” bebernya.

Dengan sosok anak yang pendiam itu membuat Romsani dan istrinya mulai rindu putranya tersebut.

Apalagi selama berjualan di kantin, Martima selalu dibantu oleh Wahyu. Baik itu mencuci piring atapun melayani pembeli. Kini sejak ditinggal anaknya itu dia mulai merasa canggung.

Saking rindunya, Martima kadang tak sadar memanggil Wahyu untuk diajak makan malam, bahkan dicari ke kamar. Padahal sang anak sudah sedang mengikuti karantina.

Romsani menambahkan, tekad kuat Wahyu menjadi anggota Paskibraka nasional terinspirasi dari kedua kakaknya, Hengki dan Edi Mardiansyah. Keduanya ikut ekstrakurikuker Paskibra di sekolahnya masing-masing.

“Kami tidak pernah mengarahkan, terserah dia mau ikut kegiatan apa di sekolah. Tapi mungkin karena melihat kedua kakaknya, Wahyu jadi ikut Paskibraka juga,”  jelasnya.

Sementara itu utusan Paskibra lainnya dari Sumatera Selatan adalah Jenifer Gresyana Soputan. Siswa SMA Negeri I Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin menoreh prestasi yang cukup pantastis dan sekaligus mengharumkan Kabupaten Banyuasin.

Keberhasilan Jenifer menjadi salah satu anggota paskibraka nasional ini merupakan yang pertama kali sejak Kabupaten Banyuasin menjadi daerah otonom sendiri pada 2002 lalu. (*/iil/JPG)


EKO P, MARTHA H- Sumsel

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: