Keluarga Berang Ari Ditetapkan Tersangka

Jambi-indenpendent.com, Bangko – Penetapan Ari, sopir istri Wakil Bupati Merangin, sebagai tersangka oleh Polda Jambi membuat keluarganya berang. Keluarga Ari menilai penetapan status tersangka itu terkesan terburu-buru dan tidak memiliki dasar. Bahkan, keluarganya menilai Ari harusnya menjadi pahlawan Kabupaten Merangin karena telah menaikkan kembali bendera yang telah jatuh. Diketahui, Polda Jambi, Senin (27/8) lalu, menetapkan, Ari sebagai tersangka pengibaran bendera berlumuran darah di Merangin pada 17 Agustus lalu.

Pernyataan keberatan ini diungkapkan oleh paman Ari, Joko Suyitno kepada Jambi Independent, kemarin (28/8). Menurut dia, pasal yang ditetapkan atau pun dasar penetapan itu tidak memiliki dasar yang jelas. Apakah itu pasal penghinaan bendera atau perihal lainnya.

“Dia bukanlah pelaku yang tega berbuat penghinaan terhadap bendera negara. Karena dia (Ari, red) hanya menaikkan kembali bendera yang telah jatuh. Dia melakukan itu, karena merasa terpanggil, dia juga bekas anggota Paskibraka,” jelas keluarga yang juga merupakan Anggota DPRD Merangin ini.

Joko menerangkan, jika dilihat kronologis kejadian, saat itu Ari melalui Stadion Bumi Masurai Bangko pascapengibaran bendera hendak membeli casan handphone bersama dengan dua rekannya. Saat melintas, dia melihat bendera merah putih sudah tidak ada di tiang utama.

Karena merasa sebagai mantan Paskibraka, Ari bersama dengan rekannya masuk ke lapangan. Tanpa melihat apakah ada orang lain di sana, Ari lalu memeluk dan menaikkan bendera itu kembali ke tiang. Sebelumnya Ari terlebih dahulu menelepon rekannya bernama Gitok.

Nah, atas dasar itu, Joko menjadi heran kenapa keluarganya ditetapkan menjadi tersangka. Keheranan Joko juga kian bertambah setelah adanya perbedaan antara Polres Merangin dan Polda Jambi soal penetapan tersangka. “Penetapan Ari sebagai tersangka ini jelas ada skenario lain, karena Polres Merangin belum menetapkan tersangka. Saya menduga, hal ini disebabkan adanya tekanan dari Mabes Polri kepada Polda Jambi,” terangnya.

Dia menambahkan, penetapan ini menimbulkan kesan Polda Jambi mengambil langkah yang terburu-buru atau tanpa dasar yang kuat dan hanya main vonis saja. “Karena Polres linglung dalam mengungkap, saya menilai Polda mengambil inisiatif lain yang tanpa dasar. Kami dari pihak keluarga merasa hukum menjadi tidak adil, niat baik malah dijerumuskan. Siapa sih yang mau menghina bendera, apalagi dia adalah mantan anggota Paskibraka,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan Joko, penetapan tersangka kepada Ari dinilainya penuh dengan nuansa politis. Karena, Ari dipaksa mengaku sebagai pelaku dan dijanjikan akan diberikan jabatan PNS oleh seseorang. “Seharusnya aparat keamanan yang bertanggung jawab atas insiden ini. Jika saja ada petugas pengamanan yang menjaga hal ini tidak mungkin terjadi. Saya nilai Polres Merangin telah kecolongan sehingga menyebabkan keluarga mereka menjadi kambing hitam,” tegasnya.

Dia mengatakan, kalau hukum seperti yang diterima Ari, dia menjamin bahwa masyarakat akan menjadi apatis dan malas berbuat. Karena niat baik diganjar dengan hukuman. “Kami dari pihak keluarga tidak akan diam seandainya Ari menjadi tersangka. Jika memang kami kalah dalam hukum, maka hukum publik yang akan kami tempuh. Karena ini tidak adil. Demi politik mengorbankan anak yang tidak tahu apa-apa,” tandasnya.

Sementara itu, Wahidin yang disebut-sebut akan menjadi kuasa hukum tersangka, belum mau berkomentar banyak terkait apa langkah-langkah hukum yang diambil. Karena dirinya belum resmi mendapatkan surat kuasa. “Memang kemarin Ari menghubungi saya minta bantuan hukum, tapi belum ada deal. Dan saya belum bisa berkomentar.” Tandasnya singkat saat dihubungi Jambi Independent, kemarin.

Di Polda Jambi, sore kemarin kasus bendera berlumuran darah ini sudah dilakukan gelar perkara. Polda Jambi merencanakan akan memeriksa Ari sebagai tersangka kasus bendera berlumuran darah. Tersangka rencananya akan diperiksa penyidik Polda Jambi, Jumat (31/8) lalu. “Tiga hari (Jumat) lagi akan kita periksa tersangka, tersangka sebelumnya tidak mengaku perbuatan yang ia lakukan,” ujar Direskrimum Polda Jambi Kombes Pol Wira Wijaya.

Dari pemeriksaan nantinya, kata Wira Wijaya, maka akan diketahui motif dibalik kasus itu. “Hingga kini kita belum mengetahui motifnya,” ungkapnya. Sambungnya, pihaknya memastikan tersangka dalam kasus ini tidak hanya satu orang. “Saya yakin bukan satu orang yang terlibat,” jelasnya. Pihaknya kini berhati-hati dalam menangani kasus ini. “Kita tidak mau yang tidak bersalah ikut menjadi korban, sebaliknya yang terlibat tidak terjerat,” urainya.

Nantinya, akan terungkap siapa-siapa saja yang terlibat dan peran–peran mereka. “Kita sudah mengantongi nama-nama calon tersangka lain,” jelasnya. Dalam waktu dekat, rekontruksi kasus akan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Dasar kita menetapkan tersangka adalah adanya keterangan saksi yang melihat tersangka mondar-mandir di tempat kejadian, selain itu pihaknya akan memeriksa saksi-saksi lain,” ujarnya.

Apakah benar bendera itu dilumuri darah? Kombes Pol Wira Wijaya memastikan bendera itu dilumuri darah. Hanya saja, dia belum bisa memastikan apakah itu darah manusia ataukah darah hewan. Polda Jambi masih menunggu hasil uji labor.

About Darwin Darkwin

" .. pegiat social media dan blogger amatir yang menjadikan media social khususnya blog ini sebagai media ekspresi dan idea-idea kreatif."

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: