Rakha dan Rizky : Bangga Berhasil Jalankan Tugas Negara

Mengenal paskibraka Nasional Asal Sumsel, Rakha dan Rizky 

Dari 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dua di antaranya wakil Sumatera Selatan. Rizky Mutiara Adhitama dari SMAN 3 Unggulan Kayuagung, Ogan Komering Ilir, dan M Rakha Rajasa Putra dari SMA Plus Negeri 17 Palembang. Bagaimana Rizky dan Rakha menikmati keberhasilan menjalankan tugas negara di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

OLEH : SYAFRAN MARTONI, Jakarta

Sumatera Ekspres : Rizky tampak duduk terdiam di bawah salah satu tenda di sisi barat Istana Merdeka, beberapa jam sebelum peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI yang ke-67 tahun, kemarin (17/8) pagi. Tampak muka perempuan yang mengenakan seragam putih-putih itu tegang dan berkonsentrasi penuh. Namun ketika disapa ia langsung menjawab dengan tegas.

“Siap! Iya, kak saya dari Sumatera Selatan,” jawabnya tegas saat dibincangi Koran ini sebelum dimulainya upacara proklamasi kemarin di Jakarta. Sikap disiplin tampak ia tunjukkan setiap saat mulai dari perkataan hingga tingkah lakunya. Hal itu terlihat dari sikap berdiri maupun ketika duduk serta kepatd: han terhadap senior-senior paskibraka.

Dalam Paskibraka, Rizky tergabung dalam kelompok Merah, tepatnya kelompok yang melaksanakan tugas mengibarkan bendera merah putih tepat pada detik-detik proklamasi. Meski ia tidak memangku tugas sebagi pembawa baki bendera, namun ia tetap melaksanakan perannya dengan langkah tegap.

Ia mengaku mendapat banyak pelajaran berharga menjadi Paskibraka 2012. Utamanya sikap disiplin yang dilatih oleh para instruktur paskibraka selama masa karantina sekitar satu bulanan di kawasan Cibubur. Rizky me- rasa bangga bias mendapat pelatihan yang bersifat semi militer tersebut.

“Yang pasti selama karantina kedisiplinan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya tetap tampak cantik.

Selain tegas, kata Rizky, penting mempertajam teknik baris-berbaris dan tugas-tugas utama paskibraka. Meski pelatihannya cukup berat, apalagi di bulan Ramadan, namun Rizky mengaku sangat beruntung mendapat kesempatan menjadi yang terpilih dalam Paskibraka tahun ini. Apalagi, sebelum ke Jakarta, ia harus bersaing dengan sesama peserta lainnya dari 15 kabupaten/kota se-Sumsel, yang juga diseleksi untuk menjadi wakil paskibraka Sumsel di tingkat nasional.

“Menjadi anggota Paskibraka bangga sekali rasanya. Karena apa yang kita laksanakan merupakan tugas negara yang sangat penting. Dan se- lama masa karantina merupakan satu ajang pembelajaran yang paling berharga membentuk sifat kedisiplinan meskipun kelak Rizky sudah kembali ke sekolahnya lagi. Kedisiplinan harus diterapkan dalam kehidupan seharihari nantinya,” ujar gadis yang beralamat di Jl Veteran YKP Kelurahan Sidakersa, Ogan Komering Ilir, tersebut.

Senada, M Rakha Rajasa Putra pun merasakan hal yang sama. Perasaan gugup dan takut kerap menyelimuti pemikirannya sebelum menunaikan tugas kenegaraannya. Namun semua itu sirna seketika ia berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik.

Namun berkat gemblengan keras dari para instruktur Paskibraka, ia merasa yakin dan percaya diri dalam mengemban tugas negara itu. Dalam Paskibraka, Rakha mendapat kelompok Putih yang mana tugasnya melakukan penurunan bendera Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada petang harinya.

“Kesempatan ini saya jadikan pengalaman berharga sebagai pembelajaran dalam hidup. Saya sendiri sekarang sangat bangga bisa melaksanakan tugas maha mulia menjadi Paskibraka tingkat nasional,” kata siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang tersebut.

Selama masa karantina, Rakha pun banyak belajar ten- tang cinta negara dan kebersamaan bersama rekan-rekan anggota Paskibraka dari berbagai daerah lainnya. Ia pun merasa bersyukur mendapat kesempatan mengemban tugas negara yang tidaklah enteng. Meski begitu, baik Rakha maupun Rizky berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Sementara, suasana pengibaran duplikat bendara pusaka di Istana Merdeka Jakarta, kemarin berlangsung khidmat. Begitu pula saat penurunan bendera kemarin sore. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu negara Hj Ani Yudhoyono, dan Wakil Presiden Boediono beserta ibu wapres Herawati Boediono, tampak melambaikan tangan di penutupan upacara bendera.

Selain kekhhidmatan upacara di kompleks istana, warga yang melintas di sekitar istana pun tampak ramai melihat prosesi upacara bendera 17 Agustus 2012, HUT ke-67, kemarin. Antuasias itu juga ditampakkan oleh tamu undangan yang hadir langsung di Istana Merdeka. (*/cel)

Sumatera Ekspres, 18 Agustus 2012, Frontpage+6

About Darwin Darkwin

" .. pegiat social media dan blogger amatir yang menjadikan media social khususnya blog ini sebagai media ekspresi dan idea-idea kreatif."

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: