Penggembira MTQ Dumai Diinapkan di Mushalla Tanpa Kasur dan Bantal

Suasana memprihatinkan dialami penggembira kafilah Dumai. Mereka merasa ditelantarkan panitia dari Dumai karena diinapkan di musholla tanpa kasur dan bantal.

Riauterkini– Rombongan penggembira kafilah Dumai yang mengikuti acara tahunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau di Rengat, Indragiri Hulu (Inhu) meresa kecewa. Pasalnya, mereka yang terdiri dari grup kesenian Kompang dan anggota Paskibraka diinapkan di salah satu musholla yang lokasinya jauh dari tempat acara, Danau Raja Kota Rengat.

Kondisi memprihatinkan itu dikabarkan Junizar (45), warga Dumai kepada riauterkini, Sabtu (26/11/11) dari Kota Rengat, Inhu. Dikatakan, ‘penderitaan’ mereka tidak berhenti di sana. Selain tempat yang jauh, tempat tidur mereka pun tanpa kasur, bantal dan selimut.

“Mulai dari berangkat kami sudah ditelantarkan. Soal makan saja di perjalanannya kami sempat menahan lapar, dan sesampai di lokasi acara kami juga ditidurkan di musholla tanpa beralaskan tilam dan bantal. Pokoknya panitia dari Dumai saya nilai kurang siap untuk mengikuti acara di kampung orang,” jelasnya di ujung telpon selulernya.

Selain grup Kompang dari Dumai yang ikut mendampingi Kafilah, rombongan yang ikut terlantar juga dirasakan oleh grup Paskibraka Dumai. Dikatakan Junizar lagi, mereka juga menggalami nasib yang sama seperti grup Kompang. Tidurnya saja mereka juga di dalam musholla yang ruangannya sangat sempit. Bahkan ketika menanyakan kepada pantia soal tempat tidur, lanjutnya, panitia saling melempar tanggung jawab.

“Ketika kami mendesak mengenai soal tempat tidur kepada panitia malah mengarahkan untuk bertanya kepada panitia yang lain. Bahkan ketika kami desak untuk mencarikan tempat istirahat yang layak panitia beralasan bahwa kondisi waktunya sangat mempet dan untuk mencarinya sudah sulit. Jadi kami dari grup Kompang dan Paskibraka terlantar di Rengat sini, dan panitia seolah-olah tidak peduli dengan apa yang kita keluhan ini,” keluh Junizar.

Sebelum mengakhiri pebincangan dengan riauterkini, Junizar mengharapkan kepada Wali Kota Dumai maupun Wakil Walikota Dumai untuk merespon keluhan para peserta dari Kompang dan Paskibraka yang saat ini kondisinya terlantar di Rengat Kabupaten Inhu tersebut. Untuk ke depannya, dirinya mengharapkan kepada Pemko Dumai ketika mengikuti kegiatan acara besar di kampung orang panitia sepatutnya mempersiapkan diri lebih matang lagi sehingga tidak terulang lagi kejadian ini.

“Mudah-mudah dengan adanya pemberitaan ini, Wako dan Wawako Dumai merespon keluhan warga yang sedang mengikuti MTQ Riau di Rengat Inhu ini dengan kondisi terlantar. Ke depannya saya juga mengharapkan kepada Pemko Dumai untuk lebih mematangkan lagi kepanitiaan yang mengikuti acara besar di kapung orang lain. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Junizar mengakhiri.***(had)

[Untuk komentar harap ditulis : Nama, Asal Paskibraka, dan tahun Paskibraka]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: